header-int

ANGGA TIARA, ALUMNI SYARIAH YANG SUDAH BEKERJA DI BUMN SEBELUM WISUDA

Jumat, 16 Jul 2021, 06:53:53 WIB - 208 View
Share
ANGGA TIARA, ALUMNI SYARIAH YANG SUDAH BEKERJA DI BUMN SEBELUM WISUDA

Media Center - Setiap orang berhak sukses, tapi tidak semua orang bisa mendapatkan kesuksesan. Jadi persoalannya ada pada orang tersebut, mau berjuang untuk sukses atau tidak. Ada yang sangat tekun melewati setiap prosesnya untuk mencapai kata sukses, ada pula yang usahanya biasa saja. Berikut kita akan berkenalan dengan seorang alumni Fakultas Syariah yang aktif dan selalu berprestasi, Angga Tiara Wardaningtias.

Tiara demikian panggilannya, merupakan alumni dari program studi Hukum Keluarga pada tahun 2020. Lahir di kota Bondowoso pada tanggal 04 Juni 1997 dari pasangan bapak Laseri dan ibu Sumini. Latar belakang pendidikannya mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) selalu di sekolah umum.

Pendidikan pertamanya ditempuh di TK Bhayangkari Bondowoso (2001-2003), sementara sekolah dasarnya ditempuh di dua tempat berbeda yaitu Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wonosari (2003-2008) dan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sekarputih (2008-2010), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SDN) 07 Bondowoso (2010-2013), Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bondowoso (2013-2016), dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember (2016-2020).

Baru ketika melanjutkan studi di IAIN Jember, Tiara mulai menyelami lingkungan pendidikan yang berbasis Islam. Banyak hal baru yang dia dapatkan, apalagi dia pernah bermukim di Ma'had Al-Jami'ah IAIN Jember ketika awal menjadi mahasiswa.

"Yang paling berkesan itu ketika menjadi mahasantri IAIN Jember (UIN KHAS sekarang) sementara saya tidak pernah sama sekali menyentuh dunia pesantren apalagi sekolah semuanya sekolah umum," ujar wanita peraih nilai IPK tertinggi Program Studi Hukum Keluarga.

Dengan latar belakang sekolah umum, kuliah di perguruan tinggi Islam tentu tidak mudah. Namun, Tiara tidak lantas patah semangat. Tantangan ini menjadi pemicu semangat untuk mengejar ketertinggalan dari teman-temannya. Apalagi untuk mata kuliah yang sama sekali tidak dia pahami, dia harus belajar lebih keras.

Terbukti, berkat perjuangan dan kerja kerasnya Tiara banyak menuai prestasi. Mendapat juara 3 dalam even Pekan Karya ilmiah Mahasiswa, terpilih menjadi Tim Delegasi Sharia Faculty National Moot Court Competition (SFNMCC) Di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, terpilih menjadi Tim Riset Kolektif Mahasiswa (RKM) IAIN Jember, Presenter Call For Paper Jurnal Milati IAIN Salatiga.

Selain aktif di dunia akademis, Tiara juga aktif di berbagai organisasi. Perlu manajemen waktu dan manajemen diri yang baik untuk menyeimbangkan keduanya. Karena dari pagi sampai sore, Tiara harus mengikuti perkuliahan. Ketika malam, dia akan berkutat dengan kegiatan organisasinya. Dia menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga periode 2017-2018, menjadi sekretaris umum Komunis Peradilan Semu (Kompres) periode 2018-2019, dan juga aktif di Intellectual Movement Community (IMC). Prinsipnya, 'Boleh gila berorganisasi, tapi jangan lupa tugas yang utama, yaitu kuliah. Karena keteguhan dalam memegang prinsip, Tiara pun menuai hasil. Dia menjadi penyusunan skripsi terbaik.

Tiara bahkan sudah diterima bekerja sebelum wisuda. "Saya tipe anak yang tidak bisa diam, setiap hari harus ada kegiatan. Iseng nyoba melamar alhamdulillah diterima." Kini dia bekerja di salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang permodalan, PT. Permodalan Nasional Madani (Persero). Jabatannya sebagai Finance Administration Officer, yakni pengelola keuangan.

BUMN merupakan sebuah perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh negara. Sehingga perusahaan tersebut bertanggung jawab langsung kepada pemerintah. Tujuan didirikannya BUMN adalah untuk menyejahterakan serta memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, BUMN bergerak di beberapa bidang. Ada sektor industri, pertambangan, konstruksi, pengadaan listrik, informasi dan komunikasi, permodalan dan lain-lain.

Bagi Tiara ini merupakan tantangan yang harus dia hadapi. "Karena pekerjaan saya saat ini di bidang permodalan, di mana saya dituntut agar paham ilmu akuntansi dan administrasi kantor. Sementara ilmu tersebut belum pernah saya dapatkan ketika studi, tapi akan saya buktikan bahwa alumni Fakultas Syariah bisa dalam segala bidang," ujarnya.

Namun, bagi Tiara ini merupakan kesempatan untuk mempelajari ilmu baru. Tidak hanya ilmu hukum saja. Karena di dunia kerja, seseorang tidak cukup dengan hanya menguasai satu bidang ilmu. "Kita perlu skill dan mental yang kuat karena dunia kerja keras, tidak seperti dunia pendidikan, " tambahnya lagi.

Dari kisah Tiara menunjukkan bahwa alumni Fakultas Syariah dapat beradaptasi di pekerjaan apapun. Di Fakultas Syariah, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai macam komunitas. Hal ini juga akan membangun etos kerja yang baik bagi mahasiswa. Etos kerja yang baik akan sangat membantu proses kerja di lapangan. Apalagi persaingan di dunia kerja saat ini sangat ketat.

Tentang cita-citanya, masih akan terus diperjuangkan, yaitu menjadi advokat atau penasehat hukum. Dia pun ingin melanjutkan ke jenjang S2 tanpa merepotkan orang tua. Motto yang selalu dipegang olehnya adalah “Apapun yang kamu raih hari ini adalah hasil dari prosesmu kemarin, jika malas hari ini, jangan mengharapkan sukses di hari esok”.

 

Penulis : Arinal Haq

Editor : Wildan Rofikil Anwar

 

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2021 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube