header-int

BENI, SOSOK ALUMNI SUKSES YANG KINI MENJADI DOSEN DAN JUGA PENYULUH AGAMA

Selasa, 31 Agu 2021, 10:35:59 WIB - 308 View
Share
BENI, SOSOK ALUMNI SUKSES YANG KINI MENJADI DOSEN DAN JUGA PENYULUH AGAMA

Media Center - Pendidikan merupakan pembelajaran yang bisa menghantarkan kita untuk menjadi manusia yang lebih bijak, lebih dewasa dan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Oleh karenanya, pendidikan menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk bisa memperbaiki diri menjadi pribadi yang mulia.

Kata-kata ini cocok untuk alumni Fakultas Syariah IAIN Jember yaitu Beni Ashari. Beni panggilannya, saat ini tengah menjabat sebagai dosen tetap di Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyah (INAIFAS) Kencong Jember. Selain itu, pria kelahiran ‘Tanah Pandhalungan’ Jember ini juga menjadi Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Panti.

Beni merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Ia lahir pada 23 Februari 1992 dari pasangan Mistar dan Fatimatus Zahro. Dalam perjalanannya menempuh pendidikan, ia memulai sekolahnya di SDN Suci 02 (1998-2004), MTS Al-Firdaus (2005-2007), MA Al-Firdaus Desa Suci (2008-2010).

Setelah menyelesaikan pendidikan SLTA-nya, di tahun 2010 Beni langsung melanjutkan pendidikannya di Fakultas Syariah IAIN Jember dengan mengambil jurusan Al-Akhwalus Syakhsiyyah (Hukum Keluarga).

"Saya memilih fakultas syariah karena keinginan pribadi yang ingin mendalami ilmu hukum, sekaligus saat itu keinginan untuk menjadi praktisi hukum." ujar Beni.

Mahasiswa mempunyai peran sebagai agent of change. Peran yang luar biasa tersebut Beni gunakan sebaik mungkin. Selama menjalani kuliahnya, ia aktif di berbagai organisasi intra maupun ekstra kampus. Seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Koperasi Mahasiswa (Kopma).

“Saya sangat bersyukur mempunyai kesempatan kuliah, di sana kita akan terus belajar dan belajar,” ujar Beni kepada Media Center.

Bagi sosok Beni, tuntutan akademik menjadi seoarang mahasiswa, tidak menjadikan dirinya untuk tidak aktif di berbagai organisasi. Menurutnya, meski terdapat banyak tantangan, tetapi hal tersebut dapat melatih dirinya untuk lebih dewasa.

“Waktu masih sekolah, saya sudah aktif di Organisasi Intra Sekolah (Osis) dan Pramuka. Sejak itu saya menilai aktif di organisasi memberikan kita banyak pengalaman yang berharga,” tutur Beni.

Komitmennya sebagai mahasiswa, Beni tunjukkan dengan menyelesaikan pendidikan S1-nya dalam jangka empat tahun, yaitu pada tahun 2014.

“Alhamdulillah, meski mengalami banyak rintangan, akhirnya saya bisa menyelesaikan ini semua. Tentu ini berkat dukungan dari semua pihak terlebih kedua orang tua,” tambah Beni.

Gelar sebagai sarjana hukum, telah diemban oleh Beni. Kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan, menjadikan dirinya untuk melanjutkan kembali pendidikannya dengan menempuh S2 di IAIN Jember jurusan Al-Akhwalus Syakhsiyyah pada tahun 2015.

“Tidak semua orang bisa kuliah, maka bersyukurlah bagi mereka yang berkesempatan untuk kuliah. Banyak hal yang tidak bisa kita temukan kecuali di bangku kuliah. Begitu juga tantangan yang harus dihadapi,” ungkap Beni.

Menurut Beni, disiplin merupakan kunci sukses kehidupan. “Orang tua saya selalu mengajarkan untuk disiplin, baik dalam menjalankan agama Allah, ataupun di bidang pendidikan. Ini penting untuk menggapai apa yang kita cita-citakan selama ini,” ujarnya.

Sikap disiplinnya itulah yang menjadikan Beni mampu mendapatkan gelar magister hukumnya pada tahun 2018.

Satu tahun berselang, di tahun 2019 Beni menjadi dosen di Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyah (INAIFAS) Kencong Jember. Menjadi tenaga pendidik, adalah pekerjaan yang mulia, karena berguna untuk kecerdasan generasi bangsa.

Sebaik-baik motivasi adalah motivasi yang muncul dari dirinya sendiri. Begitupun dengan Beni, selain sikap disiplin sebagai prinsip hidup, melakukan hal yang terbaik adalah motivasi utama bagi diriya.

“Lakukan hal-hal terbaik di setiap kesempatan yang kita miliki,” tegas pria kelahiran 1992 itu.

Prinsip dan motivasi hidup yang luar biasa tersebut, membuat Beni berhasil lolos seleksi menjadi penyuluh agama di KUA Kencong pada tahun 2020. Banyak proses seleksi yang perlu Beni jalani sebelumnya, seperti tes ujian tulis dan praktik keagamaan. Seleksi tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Agama Jember.

“Alhamdulillah, dari sekian banyak peserta yang mengikuti seleksi. Saya dinyatakan lolos,” kata Beni dengan nada haru.

Menjadi seorang penyuluh agama, Beni harus menjadi orang yang paling dekat dengan masyarakat. Dirinya mengemban tugas sebagai penerangan masyarakat dan menyampaikan materi-materi agama serta sosial.

"Sebagai seorang penyuluh agama kami menyampaikan program-program pemerintah dengan bahasa agama, kebetulan saya di penyuluh agama spesialisinya adalah bidang wakaf. Tantangan yang dihadapi adalah masih banyaknya lembaga - lembaga, masjid dan mushalla yang belum bersertifikat wakaf. Sekaligus hal ini menjadi tantangan bagaimana keberadaan harta wakaf tersebut menjadi wakaf yang produktif." ungkapnya.

Di setiap momentum tertentu, seperti khitanan, maulid nabi, sosok penyuluh agama sangatlah diperlukan. Dirinya bertugas menengahi berbagai pemahaman yang berkaitan dengan hal tersebut agat tidak terjadi konflik. Dengan itu, penyuluh agama wajib menguasai banyak materi, baik keagamaan, sosial, ekonomi maupun politik.

“Organisasi kepemudaan, majelis taklim dan anak-anak adalah target dari penyuluh agama,” jelas Beni.

Tentunya di setiap lembaga memiliki program kerja yang juga merupakan perwujudan dari visi misi lembaga itu, begitu pula di KUA.

"Kami sebagai penyuluh agama di setiap minggunya melakukan pembinaan sesuai tupoksi masing-masing kepada dua kelompok binaan di majelis ta'lim. Kami juga sudah mendirikan kampung binaan bersama sebagai pusat kegiatan keagamaan dan perekonomian masyarakat. Program ini menjadi program wajib yang diberikan oleh kementerian agama melalui kementrian agama jember." ujarnya.

Sebagaimana kata pepatah, “Di balik laki-laki sukses, terdapat wanita yang hebat”. Demikian yang Beni juga alami. Ia pun menikah dengan Wildatul Nuril Zannah pada tahun 2019 yang juga alumni IAIN Jember Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) lulusan tahun 2019. Dari pernikahannya tersebut, Beni telah dikaruniai satu buah hati laki-laki yang diberi nama Muhammad Zidan Faqih Al Azhary.

Menurut Beni menjadi bagian dari alumni Fakultas Syariah, sangatlah menyenangkan. Menurutnya, kita bisa banyak mendapatkan teman baru, suasana baru dan lingkungan baru yang mampu mendidiknya menjadi pribadi yang luar biasa.

“Pendidikan itu merupakan poin penting yang harus kita dapatkan. Maka jangan sia-siakan kesempatan ini dengan melakukan yang terbaik. Terlebih kepada kedua orang tua yang telah menyekolahkan kita,” ucap Beni.

Beni juga berpesan, agar adik-adik mahasiswa untuk memaksimalkan kuliahnya, mengingat orang tua di rumah menanti sembari berharap agar anaknya lebih baik dari mereka.

 “Jangan khianati jerih payah mereka yang telah bersungguh-sungguh menjadikan adik-adik untuk lebih baik. Perlu diingat juga bahwa hakikat kebaikan bukanlah ilmu yang tinggi, gelar yang tinggi, harta yang banyak, melainkan adab dan akhlak yang baik, ilmu yang diamalkan, kejujuran, serta keimanan yang mampu membawamu meraih maghfirah Allah,” pungkasnya.

 

Penulis : Mohammad Haris Taufiqur Rahman

Editor : Wildan Rofikil Anwar

 

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2021 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube