header-int

DEMA SYARIAH ADAKAN SEKOLAH KEPEMIMPINAN DI KAMPUS PARA PEMIMPIN

Jumat, 03 Sep 2021, 10:13:14 WIB - 206 View
Share
DEMA SYARIAH ADAKAN SEKOLAH KEPEMIMPINAN DI KAMPUS PARA PEMIMPIN

Media Center – Pelatihan kepemimpinan memperluas kapasitas individu untuk menampilkan peran kepemimpinan dalam organisasi. Untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mengadakan Sekolah Kepemimpinan pada Senin-Selasa, 30-31 Agustus 2021. Acara itu diselenggarakan di Gedung Teater dan C VIP Fakultas Syariah pada pukul 08.00 WIB - selesai.

Acara ini mendatangkan pemateri yang kompeten di bidang keorganisasian. Diantaranya Dr. Martoyo, S.H.I., M.H. (Wakil Dekan III Fakultas Syariah), Fadholi Rahman, S.H., M.H (Dosen Fakultas Syariah), Dr. Muhammad Faisol, S.S., M.Ag (Wakil Dekan I Fakultas Syariah), Syahrul Mulyadi, S.E., M.M (Kabag Fakultas Syariah), dan Anis Rohmatullah., S.H (Ketua DEMA-Fakultas Syariah 2016/2017).  

Acara yang bertema Leadership is an Action Not a Position” dikhususkan bagi pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) yang berada di bawah naungan Fakultas Syariah. HMPS tersebut meliputi Hukum Keluarga (HK), Hukum Ekonomi Syariah (HES), Hukum Tata Negara (HTN), dan Hukum Pidana Islam (HPI).

 “Sebagai pengurus, dibutuhkan jiwa kepemimpinan karena akan berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan sebuah organisasi Pemimpin bukan hanya soal kekuasaan, melainkan sebuah pengabdian dan pengembangan diri, tutur Beer Ali Mubarak sebagai Ketua DEMA Fakultas Syariah.

Sekolah Kepemimpinan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I. Prof Haris berharap akan lahir para pemimpin dan pemikir seusai pelaksanaan sekolah ini..

“Fakultas Syariah merupakan tempat berkumpulnya para pemimpin baik dari dosen, alumni, dan mahasiswanya. Alumninya ada yang menjadi pemimpin di perguruan tinggi, Kemenag, Pengadilan Agama, MUI, NU dan sebagainya. Dosennya ada yang menjadi Ketua APHTN-HAN, ABPPTSI, Forum Dekan, MUI, NU dan sebagainya. Sedangkan mahasiswanya ada yang menjadi Ketua Senat Mahasiswa, dan masih banyak lagi,” tegas Guru Besar UIN KHAS Jember dalam sambutannya.   

Pada materi pertama, Dr. Martoyo, S.H.I., M.H. mengutip perkataan Khalifah Harun Ar-Rasyid, Kepemimpinan itu harus by design, berangkat dari persiapan dan perencanaan. Jangan dibiarkan mengalir begitu saja.

Beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah punya impian atau visioner, kompeten (dapat menguasai medan), mampu dan terus belajar, menguasai independensi, serta memegang kuat integritas.

Jangan malu minta maaf kepada tim dan jangan sekali-kali memandang rendah anak buah, karena semuanya memiliki potensi, pesan Martoyo yang juga sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember tahun 1999.

Materi kedua disampaikan oleh Fadholi Rohman, S.H., M.H. tentang teknik menyusun visi misi dan evaluasi. 

“Sebelum program kerja direalisasikan perlu adanya perencanaan yang matang. Dibutuhkan juga evaluasi untuk menemukan titik problem yang harus diselesaikan dan mengetahui pencapaian target terlaksananya kegiatan. Sehingga hasil evaluasi akan menjadi tolak ukur program kerja berikutnya,” terangnya kepada seluruh pengurus HMPS.

Pada kesempatan itu pula, Syahrul Mulyadi, S.E., M.M. menyampaikan pokok bahasan manajemen keuangan dan laporan pertanggung jawaban. Aktivitas dari manajamen keuangan meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. 

“Perencanaan berhubungan dengan perolehan dana, pelaksanaan tentang pengalokasian dana, dan pelaporan dana digunakan untuk apa saja. Dalam melaksanakan kegiatan, pengurus sebaiknya tidak hanya bertumpu dengan ada tidaknya dana, tetapi juga harus mengandalkan kreativitas dan kerjasama,” jelas Kabag Fakultas Syariah UIN KHAS Jember itu.

Anis Rohmatullah, S.H. dalam materi terakhir yang menyampaikan tentang membangun strategi dan taktik pergerakan dalam mencapai tujuan organisasi. 

Menurutnya, strategi merupakan suatu perencanaan jangka panjang yang disusun untuk tujuan tertentu. Sedangkan taktik adalah langkah yang diterapkan untuk menjalankan strategi dan sifatnya segera atau sekarang. 

“Kedua sama-sama dibutuhkan demi berkembangnya sebuah organisasi. Jika taktik berhasil, maka strategi juga berhasil. Jika taktik gagal, maka strategi juga gagal, terang Anis yang juga demisioner Ketua DEMA-F Syariah. 

Dari lima topik materi yang disampaikan merupakan sendi-sendi yang sangat dibutuhkan dalam keorganisasian. “Sekolah Kepemimpinan akan berlanjut dengan Sekolah Kepemimpinan II", pungkas Beer sebelum closing.  

 

Reporter : Arinal Haq

Editor: Siti Junita

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2021 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube