header-int

Orientasi Tes Calon Hakim bagi Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Fakultas Syariah IAIN Jember

Kamis, 26 Des 2019, 13:49:36 WIB - 24 View
Share
Orientasi Tes Calon Hakim bagi Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Fakultas Syariah IAIN Jember

Semakin eksis. Civitas Akademika Fakultas Syariah menyelanggarakan Orientasi calon hakim bagi prodi Hukum Kelurga (28/11).  Acara yang dimotori fakultas syariah yang diselenggarakan di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) lantai 2 ini dihadiri dan  oleh Drs. H. Hasan Bisri S.H., M.H (Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Surabaya) dan Drs. Moh. Hosen Ma’shum S.H., M.H (Hakim di Pengadilan Agama Jember) selaku pemateri dalam acara ini. Orientasi ini juga dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari beberapa unsur, mulai dari Dosen Fakultas Syariah, mahasiswa aktif Fakultas Syariah dan beberapa alumni juga turut mengikuti orientasi calon hakim ini.

Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan diri dan mendorong semangat para alumnus dan para mahasiswa aktif fakultas Syariah ketika lulus nanti bisa menempati posisi hakim di Pengadilan Agama. Dr Ahmad Djunaidi selaku kaprodi Hukum keluarga dalam sambutannya mengatakan bahwa acara semacam ini sangat perlu dan harusnya sering diselenggarakan di Fakultas syariah agar dapat meningkatkan mutu lulusan fakultas syariah dan kedepan bukan acara-acara semacam ini saja yang diselenggarakan, namun nantinya ada workshop yang khusus membahas cara jitu agar lulus tes cakim tegas beliau disela-sela sambutan. Rina Suryanti M.Sy selaku moderator pada acara ini juga menambahkan bahwa institusi Pengadilan Agama merupakan ladang bagi lulusan Syariah maka dari itu tentu harus lulusan fakultas Syariah-lah yang mengisi posisi-posisi sentral sepertinya halnya jabatan hakim.

Drs. H. Hasan Bisri S.H., M.H mengatakan, “Hakim (jabatan-red) itu tidak dituntut untuk orang yang pintar sekali tapi diperuntukkan bagi orang yang pantas duduk di posisi itu”. Selanjutnya, beliau menjelaskan perkataanya bahwa dalam proses menjadi hakim ikhtiar hanyalah 30% saja sedangkan selebihnya ialah qudrot dan iradah Allah SWT. Karena dalam posisi hakim tersebut tidak hanya hukum materiil, formil dan kemampuan membaca kitab yang dibutuhkan melainkan juga dibutuhkan hasil psikotes yang pas untuk menduduki posisi hakim tersebut, “ada yang sangat menguasai hukum materiil dan formil tapi hasil psikotesnya menunjukkan kalau dia lebih pantas menjadi pengacara, dosen bahkan makelar”, ujar Drs. H. Hasan Bisri S.H., M.H yang juga alumnus Pondok Pesantren Lirboyo.

Pemateri kedua menjelaskan bahwa persyaratan hakim Peradilan Agama terdapat dalam pasal 13 Undang-Undang No 07 Tahun 1989 disana dijelaskan bahwa yang dapat menjadi Hakim ialah lulusan sarjana syariah atau sarjana hukum yang mampu dalam hukum islam, tegas Drs. Moh. Hosen Ma’shum S.H., M.H juga selaku dosen Fakultas Syariah IAIN Jember.

Dalam acara ini Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. M. Noor Harisuddin M.Fil.I juga memberi trik dalam mengobarkan semangat untuk menjadi hakim dengan cara optimis, “di kamar kalian tulis yang besar ‘SAYA HAKIM’ dengan begitu kalian akan mengingat terus impian kalian. (Media center / Robieth & Tomy)

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2020 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube