header-int

TINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS, MEDIA CENTER SELENGGARAKAN EJC PART II

Jumat, 27 Agu 2021, 15:29:54 WIB - 96 View
Share
TINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS, MEDIA CENTER SELENGGARAKAN EJC PART II

Jember-Media Center kini menggelar Elementary Journalism Class (EJC) Part II dalam rangka menjaring keanggotaan baru. EJC Part II mengusung tema Oppornutity To Improve Your Writing Skills With Media Center yang diselenggarakan pada hari Selasa sampai Rabu, 24-25 Agustus 2021. Karena masih kondisi pandemi, acara dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) via zoom meeting. Meski demikian tidak menyurutkan semangat peserta yang diikuti oleh mahasiswa Fakultas Syariah, luar Fakultas Syariah Universitas Kiai Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, dan juga luar mahasiswa luar UIN KHAS Jember.

EJC Part II kali ini mendatangkan dua pemateri yang ahli dalam bidang kepenlisan yaitu Saifullah Ibnu Nawawi (Pemimpin Redaktur NU Online Jatim) dan Moh. Ali, M.H (Editor in Chief Jurnal IJLIL). Pemberian materi dilakukan pada hari Selasa dan Rabu.

Hari pertama, EJC Part II dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya karena masih hangat dengan momen hari kemerdekaan Indonesia. Hal ini juga dimaksudkan untuk membangkitkan semangat juang para pemuda Indonesia, khususnya Media Center dalam membangun spirit menulis para jurnalis muda.

Berikutnya sesi sambutan dari Ketua Umum Media Center Wildan Rofikil Anwar, S.H., sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, Wildan sedikit mengenang sejarah terbentuknya Media Center. Tahun 2019, Media Center digagas oleh Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Pada awal terbentuknya, keanggotaan Media Center hanya 12 mahasiswa. Mahasiswa tersebut berasal dari beberapa program studi yang ada di Fakultas Syariah, yaitu Hukum Tata Negara (HTN), Hukum Ekonomi Syariah (HES), Hukum Pidana Islam (HPI), dan Hukum Keluarga Islam (HKI).

Media Center pertama kali dikomandani oleh Irwan Zamroni Ali, S.H., dan wakilnya Moh. Abd. Rauf, S.H., yang saat ini menjadi Dewan Ahli.

“Sesuatu yang sederhana, jika diseriusi akan menjadi hal besar nantinya”,?tutur Wildan. Dari kelompok kecil itulah menjadi Media Center sekarang. Media Center Fakultas Syariah UIN KHAS Jember yang saat ini menjadi media yang paling aktif dan paling lengkap. Selain website resmi, ada juga akun sosial media lainnya seperti facebook, instagram, twitter, tiktok, e-koran dan youtube. Semua media ini selalu update setiap harinya.

Saifullah Ibnu Nawawi yang merupakan pemateri pertama menjelaskan menulis itu terbagi dalam tiga tingkatan. Menulis straight news, news velue, dan features. Straight news seperti tulisan berita pada umumnya, yang mengedepankan what where, when, dan who. Sementara dalam tulisan news velue, aspek why yang menjadi prioritas. Jadi, berita yang tersaji tidak hanya menjelaskan hal-hal yang lurus saja. News velue satu tingkat lebih tinggi dari straight news. Dan tingkatan ketiga adalah features. Jenis tulisan ini mengedepankan sisi kemanusiaan, tidak sekadar menyajikan isi kegiatan.

Berbekal pengalaman yang cukup dalam dunia jurnalistik, penjelasan Syaiful terkesan santai dan mudah dicerna oleh para peserta. Pemimpin Direktur NU Online ini juga mengupas bagaimana menulis dengan gaya features yang baik dan benar. Pertama yang perlu diperhatikan adalah sudut pandang berita atau point of view. Kemudian menemukan peristiwa dan jalan cerita. Dan terakhir, memberikan judul, lead, isi, dan penutup yang menggoda.

“Untuk tulisan straight news dan news velue, selesai di paragraf 1-3 sehingga paragraf setelahnya bisa saja dipotong. Tapi kalau tulisan features tidak mudah dipotong, karena semuanya penting,” pungkas Syaiful. Itu salah satu alasan mengapa tulisan features dianggap lebih tinggi tingkatannya dari pada straight news dan news velue.

Hari kedua, sebelum penyampaian materi, diisi sambutan oleh Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I. Sebenarnya Prof. Haris menyampaikan sambutan di opening, namun karena ada kegiatan yang bersamaan yang tidak bisa ditinggalkan akhirnya mengisi di hari kedua. Namun, hal ini tidak mengurangi esensi dari sambutan dan dukungan kepada Media Center dan calon anggota yang baru.

“Di Fakultas Syariah itu isinya penulis semua. Dosennya penulis, alumninya penulis, mahasiswanya penulis,” pungkasnya. Dia juga menujukkan beberapa buku karya alumni, dosen Fakultas Syariah, dan buku pertama Media Center yang berjudul ?Mengabdi Tanpa Batas.? Dimana pun, dan kapan pun Prof. Haris selalu mendorong mahasiswanya untuk berkarya.

“Kalau yang berbahasa Indonesia itu sudah biasa. Setelah ini saya tantang mahasiswa untuk menulis jurnal yang bisa tembus di Jurnal Internasional. Kita akan bersama-sama mempersiapkannya,” tambah Prof. Haris yang juga Sekretaris Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia tersebut.

Materi kedua tentang penulisan jurnal oleh Moh. Ali, M.H yang juga menjabat sebagai Editor in Chief Jurnal IJLIL. Moh. Ali mengupas secara tuntas apa itu karya ilmiah. Mulai dari perbedaan mendasar antara karya ilmiah dan artikel ilmiah. Karena mahasiswa seringkali masih belum bisa membedakan keduanya. Kemudian ciri-ciri karya ilmiah, jenis-jenis karya ilmiah, perbedaan artikel ilmiah dan artikel ilmiah populer hingga sistematika penulisan karya ilmiah yang baik dan benar.

“Kalau artikel ilmiah biasanya ditulis untuk kebutuhan tertentu seperti skripsi, tesis, dan disertasi. Penyajiannya lebih praktis dan tidak panjang lebar. Sedangkan artikel ilmiah populer mengikuti kaidah penulisan yang bersifat umum,” terang Ali.

Sesi diskusi antara pemateri dan audien cukup hangat. Lantaran para audien sangat antusias bertanya, dibuktikan dengan beberapa pertanyaan di kolom zoom.

Setelah pemberian materi diisi sharing session bersama pengurus Media Center. Irwan Zamroni Ali juga ikut memberikan motivasi kepada anggota baru Media Center.

“Dulu saya sama sekali tidak tahu soal menulis. Tapi karena sudah diberi amanah sebagai ketua umum Media Center oleh Prof. Haris, mau tidak mau saya harus belajar. Dan di Media Center lah saya banyak menimba ilmu dan pengalaman,” ujarnya. Irwan juga menyampaikan bahwa keterampilan menulis bukan bakat lahiriyah. Artinya, setiap orang punya kesempatan yang sama untuk menjadi penulis asal mau belajar dan berlatih.

Akhir acara ditutup dengan pengumuman peserta terbaik. Mereka dinilai dari kehadiran dan keaktifan selama kegiatan berlangsung. Dua peserta yang beruntung itu adalah Ulfa Miftakhur Rohmah dan Miftahul Ghufron.

 

Reporter : Arinal Haq

Editor : Izzah Qotrun Nada

 

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2021 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube